Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2015

5 Kuliner Wajib Saat Berkunjung Ke Turki

Arasta Bazar Turkey
Bagi para pencinta kuliner pasti kota Istanbul di Turki menjadi salah satu tempat yang paling membahagiakan. Alasannya adalah di kota ini bertebaran tempat makan yang menyajikan kekayaan kuliner khas Turki dengan harga bersahabat. Cita rasa makanan yang otentik dipadu dengan keramah-tamahan para pedagang menghasilkan pengalaman tak terlupakan.

       Berikut 5 kuliner yang wajib banget buat dicoba saat berkunjung ke Turki terutama kota Istanbul:

1.    Vefa Bocazi
Minuman dengan resep berumur lebih dari 100 tahun
Kalau bukan karena jalan sama orang lokal, saya tidak akan nyasar di kedai minuman Vefa Bocazi. Rahman seorang teman yang asli Istanbul ngotot mengajak saya mencoba minuman bernama Boza.

Boza adalah minuman yang terbuat dari gula, air, dan fermentasi millet. Millet adalah sejenis biji-bijian dari tumbuhan rumput yang tumbuh di kawasan Eurasia. Terjemahan bebasnya sih  jawawut. Warna minumannya kuning dan dimakan dengan taburan kacang.

Rasanya dominan manis dan kacangnya kalau digigit rasanya kayak kapur. Kedai Vefa Bocazi ini penuh banget sama pembeli yang kebanyakan orang lokal. Saya baru sadar kalau kedai minuman ini sangat tua dan bersejarah setelah profilnya masuk di official Instagram page Lonely Planet.

Vefa Bocazi berdiri sejak 1876 yang berarti resep minuman Boza sudah berusia lebih dari 100 tahun. WOW! Pengalaman yang sangat berharga dan saya sangat beruntung pernah mencoba Boza ini. Tapi kalau ditanya harga saya nggak tahu karena cuma di traktir hehe!

2.    Dondurma
Es Krim Turki di depan Ayya Sofya
Dondurma itu adalah es krim khas Turki. Perbedaan Dondurma dengan es krim biasa terletak pada teksturnya yang  sangat kenyal, elastis, dan tidak mudah mencair. Rahasianya ada pada kompisisi es krim yang ditambah salep dan mastic. Salep adalah tepung dari akar anggrek dan mastic adalah getah tumbuhan.

Cara penyajian Dondurma sangat unik karena dihidangkan melalui atraksi. Pedagang akan memutar Dondurma dengan tongkat besi panjang, menarik-ulur, bercanda dengan pembeli seolah-olah Dondurma akan diberikan padahal tidak dan terakhir membunyikan lonceng. Kalau mau lihat videonya bisa cari di YouTube.

Tidak ada rasa unik yang Turki banget untuk Dondurma. Rasanya standar coklat, vanila, dan buah-buahan namun favorite saya Dondurma mixed coklat vanila pake topping kacang pistachio. Sluuurp!

3.    Simit
Simit 1 TL
Simit adalah roti bulat besar yang tengahnya bolong seperti donat dan diatasnya ada taburan wijen. Cara makannya bisa dibelah dan dikasih Nutella tengahnya atau dimakan gitu aja tapi rasanya tawar.

Jujur saya tidak terlalu suka Simit karena kalau dimakan bikin seret. Saya tertarik beli Simit karena makanan ini sangat populer dan banyak banget dijajakan di pelataran dekat Masjid Biru. Simit ditata bertumpuk dalam gerobak yang kelihatan menggoda selera.

Waktu di kapal ferry mau nyebrang selat Bosphorus saya juga lihat pedagang yang jual Simit dengan ditaruh diatas kepala kayak orang jual sate di Indonesia. Walaupun bukan kegemaran tapi sangat saya rekomendasikan buat dicoba karena roti ini merupakan bagian dari kebudayan masyarakat Turki. Harga Simit pun sangat murah cuma 1 turkish lira atau sekitar 5 ribu saja.

4.    Baklava and Turkish Delight
Turkish Delight sebelah kiri dan homemade turkish snack (lupa namanya)
Baklava adalah makanan penutup khas Turki. Baklava terdiri dari lapisan lapisan kulit pastry tipis yang diisi berbagai macam kacang yang dihancurkan. Baklava rasanya manis, legit, lembut dan crunchy.

Lagi-lagi saya beruntung karena punya teman orang lokal Turki. Saya jadi punya kesempatan mencicipi Baklava yang dibuat langsung oleh ibu Rahman. Jelas rasanya lebih joooss dan otentik daripada Baklava di toko oleh-oleh. Sepiring Baklava pun ludes oleh kami berdua hehe!

Turkish Delight juga adalah makanan penutup yang sangat populer di Turki. Turkish Delight sebenarnya adalah semacam jely yang berisi potongan berbagai macam kacang atau kurma. Biasanya turkish delight berisi campuran kacang pistachio, hazelnuts, almond, dan walnuts.

Turkish Delight berbentuk persegi warna-warni yang dilapisi semacam tepung dan gula halus agar tidak terlalu lengket. Setiap toko oleh-oleh di Istanbul pasti menjual Turkish Delight jadi sempatkanlah icip-icip tester hehe! Jangan khawatir kalau mau beli harganya sangat terjangkau kok!

5.    Turkish Coffe and Tea
Turkish Coffee
Minum teh dan kopi merupakan kebiasaan yang tidak bisa dipisahkan dari orang Turki. Kata Rahman teh dan kopi sudah menjadi minuman nasional yang mereka minum setiap hari.

Teman saya sesama exchange student di Lithuania asal Turki sampai membawa teko khusus dari negaranya untuk membuat kopi tiap pagi. Dia bilang rasa yang dihasilkan akan berbeda. Bentuk tekonnya unik yaitu menyerupai teko air biasa yang bertumpuk.

Selain bentuk teko yang berbeda, cangkir dan gelas untuk minumnya pun berbeda. Cangkir kopi ukurannya sangat lebih kecil dari cangkir normal dengan pola ornamen khas Turki. Gelas untuk teh bentuknya seperti kuali dari kaca yang ukurannya juga kecil.

Saya pernah mencoba keduanya. Kopi Turki rasanya sangat kuat dan tidak terlalu asam. Teh Turki menurut saya sangat nikmat karena mempunyai rasa yang sangat kaya. Kalau di Indonesia saya biasa minum teh melati namun di Turki ada banyak sekali pilihan rasa teh. Teh rasa buah, rempah, hingga teh yang berbentuk bunga yang bisa mekar kalau diseduh serta teh yang membuat nyenyak tidur dan menghilangkan capek.

Saya bukan penggemar kopi jadi saya tidak bisa cerita banyak tentang jenis-jenis kopi di Turki. Saya hanya mencoba secangkir kopi Turki untuk pengalaman. Rekomendasi saya untuk coba kopi atau teh adalah kedai di Arasta Bazaar karena bisa sekalian lihat tari Sufi gratis kalau sore dan letaknya tak jauh di Blue Mosque.

Kata Rahman hal yang paling dirindukan saat masih di Lithuania adalah kopi dan teh Turki. Mungkin seperti orang Indonesia yang selalu merindukan Indomie. Ciee nggak nyambung!

NOTES
·     Kebab tidak masuk dalam daftar karena sudah banyak dijumpai di berbagai negara jadi menurut saya kurang khas. Saya juga mencoba kebab di Istanbul dan semuanya rata-rata enak dengan porsi jumbo. Worth to try as well!

·     Jalan-jalanlah ke daerah Ortakoy di dekat selat Bosphorus karena ada banyak hawker food disana kalau malam hari yang bisa dijadikan pilihan kuliner. Saya mencoba Kumpir yaitu baked potato ala Turki yang cukup mengenyangkan.

·   Hal lain yang patut dicoba adalah shisha yaitu flavoured smoke khas timur tengah. Saya mencoba beberapa hisap karena ditawari gratis oleh staff hostel. Saya pribadi sih kurang suka karena rasanya seperti merokok namun lebih ringan.

Minggu, 06 Desember 2015

5 Kuliner Wajib Saat Berkunjung ke Vietnam

Penjaja makanan pinggir jalan di Ho Chi Minh
Pengalaman pertama kali saya mencoba masakan Vietnam adalah saat menjadi exchange student di Lithuania. Hang, teman asal Vietnam, adalah orang yang pertama memperkenalkan saya pada Vietnamese spring roll. Walaupun dia mengaku tidak jago masak tapi lumpia khas Vietnam buatannya sukses membuat saya ketagihan.

            Hang juga pernah masak Pho Noddle yang juga enak. Lagi-lagi dia mengaku kalau rasa Pho Noddle buatannya jauh daripada rasa asli masakan ini. Hang mengaku susah menemukan bumbu Pho Noddle di Lithuania jadi hanya pakai bumbu seadanya.

            Waktu traveling ke Ceko saya menginap dirumah Ayah Hang dan keluarganya yang sudah lama menetap disana. Saat makan malam lagi lagi saya disuguhi berbagai macam masakan Vietnam yang rasanya nggak usah ditanya lagi sangat mantap. Saya lupa apa saja namanya namun juaranya adalah beef salad.

            Saat saya dan beberapa teman traveling ke Paris, kami sempat jajan Pho Noddle di tempat makan yang sangat rame. Saya cerita ke Hang dan dia malah marah dan bilang kalau mau nyoba Pho Noddle yang “asli” harus coba di negara asalnya dong!

Maka saat Indochina trip kemarin saya bela-belain mampir Vietnam demi menuntaskan rasa penasaran akan rasa Pho Noddle yang “asli”. Selain itu saya juga kangen spring roll seperti dibuatkan Hang dulu.

Ternyata selain Pho Noddle dan Spring Roll saya kebablasan nyobain kuliner Vietnam dan banyak makan ini dan itu. Berikut 5 kuliner yang wajib dan kudu banget harus dicicipi saat kalian jalan-jalan ke Vietnam khususnya Ho Chi Minh : 

1.    Vietnamese Spring Roll
Vietnamese Shrimp Roll :9
Ini makanan yang pertama saya cari saat baru tiba di Vietnam. Saya sudah rindu berat dan nyidam makan spring roll lagi sejak lama. Sudah sekitar satu tahun lalu saya makan spring roll buatan Hang di Lithuania namun kali ini saya akan langsung mencicipi di negara aslinya.
Vietnamese spring roll ini berbuat dari rice paper yang digulung dan bentuknya persis seperti lumpia biasa. Isinya bervariasi tapi yang umum adalah mie bihun, selada, udang, sayuran, dan daun-daunan kayak mint atau kemangi yang bikin rasanya seger pedas semriwing gimana gitu.

Cara makan vietnamese spring roll adalah dengan dicocol saus pedas manis. Saya nggak tau campuran sausnya apa tapi ada banyak campuran bumbu. Vietnamese spring roll ini makanan sehat karena tidak digoreng.

Oia satu yang saya suka adalah spring roll ini sangat fotogenik karen rice paper yang digunakan untuk membungkus itu transparan jadi kita bisa liat isinya yang warna warni orange-merah-ijo-putih.

2.    Pho Noodles
Pho Noodles President :9
Pho Noodles mungkin merupakan makanan yang paling dikenal dari Vietnam. Pho Noodles adalah mie kuah dengan topping beef bedanya mie terbuat dari beras dengan bentuk pipih lebar mirip kwiteau. Rasa mienya lembut dan makannya ditambah toge, irisan cabe, dan lagi lagi dedaunan yang rasanya pedes mint gitu.

Tempat makan Pho Noodles yang terkenal di Ho Chi Minh adalah Pho Noodles 2000 atau Pho Noodles President. Lokasi Pho Noodles 2000 ini deket sama Ben Thanh Market. Saya sempat nggak nemu tempat ini karena ternyata ada dilantai dua gedung yang bawahnya Coffee Bean and Tea Leaf.

Pho Noodles 2000 ini bakal rame banget kalau jam makan siang jadi kalau nggak mau nunggu lama hindari jam-jam tersebut. Harga Pho Noodles disini relatif agak mahal dibanding yang dipasar. Pho Noodles 2000 jadi terkenal karena pernah dikunjungi president Bill Clinton.

Oia kalau dimeja disediain tisu basah jangan dipakai yaa guys karena itu nggak gratis alias harus bayar! Sialnya saya karena kurang baca jadi kena jebakan ini dan harus bayar L

3.    Rice Paper Taco
Nama Vietnamnya Banh Trang Nuong karena ribet mari kita sebut saja rice paper taco. Ya bentuknya memang mirip taco khas Meksiko itu. Awalnya saya tidak terlalu menaruh perhatian pada makanan yang satu ini sampai saya sadar bahwa banyak yang jual makanan ini di trotoar jalan. Saya jadi penasaran mau coba.

Seperti namanya, makanan ini terbuat dari lembaran rice paper yang diatasnya dikasih telur puyuh, bubuk merah mirip cabe, sama bubuk-bubuk lain yang saya nggak tahu apaan. Cara masaknya adalah dengan dibakar diatas arang.

Bentuknya mirip pizza dan rasanya unik. Jujur saya tidak terlalu favorite tapi yang penting sudah mencoba. Oia rice paper taco ini ternyata jajanan anak SD. Pantesan saya ketemu penjualnya lagi ngemper pake dingklik di depan sekolahan.

4.    Vietnamese Baguette Sandwich
Vietnamese Baguette Sandwich atan Banh Mi ini makanan favorite saya buat sarapan. Sangat mudah menemukan penjual Banh Mi karena nggak usah dicari dan tinggal jalan aja di trotoar pasti bakal dipanggil-panggil.

Sebenarnya Banh Mi nggak terlalu otentik Vietnam sih karena makanan ini adalah hasil pengaruh budaya barat lebih tepatnya Perancis. Vietnam dijajah Perancis lebih dari 1 abad dan budaya makan roti baguette masih tetap tinggal. Saya jadi heran sama Indonesia yang dijajah lebih lama oleh Belanda 3,5 abad tapi kita kok nggak ada budaya makan roti dan jadi rice holic.

Banh Mi ini sebenarnya kayak sandwich biasa sih kayak makan Subway gitu. Banh Mi dibuat dari french roll bun yang dibelah dan tengahnya diisi  daun ketumbar atau cilantro, potongan timun tipis, potongan wortel, daging yang biasanya babi.

5.    Ice Coffee
Vietnamese Coffee
Saya bukan fans berat kopi tapi berusaha selalu mencoba jika ada kopi khas suatu daerah. Vietnam punya es kopi hitam yang terkenal. Awalnya saya underestimate karena saya pikir rasanya bakal biasa aja. Saya tidak bisa terlalu membedakan rasa-rasa kopi namun jujur es kopi Vietnam itu enak.

Kopi Vietnam rasanya sangat kuat walaupun sudah dicampur susu namun tetap rasa kopinya akan sangat dominan. Saya tidak dapat mendefinisikan rasa yang tepat tapi secara garis besar es kopi Vietnam seger banget.

Penjual es kopi hitam ada dimana-mana kok. Biasanya penjualnya paketan sama jualan Banh Mi. Oia yang unik lagi kalau jajan di Vietnam itu makannya dipinggir jalan pake meja dan kursi pendek ukuran anak TK gitu. Seru seru seru! Selamat makan dan mencoba yaaaa!

Jumat, 23 Oktober 2015

Makan Nasi Lauk Yogurth Di Turki

Makanan rumahan ala Turki

        Saya senang bukan kepalang ketika diajak makan malam dirumah Rahman*. Bukan hanya artinya penghematan namun juga saya akan mencoba makanan rumahan otentik ala Turki. Rahman adalah teman sesama exchange student di Lithuania. Dia dan keluarga nya tinggal di Istanbul. Semua terjadi secara kebetulan saja. Awalnya saya contact Rahman karena ingin bertanya tentang transportation system di Istanbul beberapa hari sebelum keberangkatan. Eeeh malah ditawarin dijemput di airport dan diajak makan malam. Siapa yang sanggup menolak? Yihaaaa!!

            Setelah landing di bandara Sabiha Gokcen saya harus naik shuttle bus bandara ke pusat kota di daerah Taksim. Saya akan di jemput Rahman di tempat pemberhentian bus di Taksim. Rahman datang bersama sepupunya dengan menggunakan mobil sedan warna hitam. Sore itu lalu lintas Istanbul macet. Banyak mobil tumpah ruah di jalan raya persis kondisi jalanan di Indonesia. Sepanjang perjalanan kami mengobrol ringan tentang keluarga. Ayah Rahman pedagang peralatan makan khas Turki seperti teko, piring, dan gelas teh atau kopi. Ibu Rahman ibu rumah tangga solihah. Rahman anak bungsu dan semua kakaknya telah menikah. Keluarga kakak-kakak Rahman berada satu flat namun beda lantai. Rumah paman dan saudara sepupu Rahman saling berdekatan. Kebanyakan dari mereka adalah pedagang.

Sebelum sampai rumah, kami mengantar sepupu Rahman pulang. Ada yang unik dari cara berpamitan orang Turki. Selain bersalaman tangan, mereka juga saling menempelkan pelipis kiri dan kanan. Mirip cipika-cipiki orang Indonesia tapi pakai pelipis. Geli deh liatnya hehe!!

Saya akhirnya tiba di flat tempat keluarga besar Rahman tinggal. Ayah dan Ibu Rahman menyambut kedatangan kami. Pasangan suami istri ini sudah cukup tua. Terlihat dari gurat-gurat di wajah mereka, saya menerka umur mereka antara 50-60 tahun. Saya mengucap salam saling mendoakan dalam islam. Mereka mempersilahkan saya masuk dengan bahasa yang tidak saya mengerti. Hanya salam tadi satu-satunya komunikasi yang berhasil saya pahami. Selebihnya mereka bicara dalam bahasa Turki. Saya hanya senyum-senyum saja pura-pura mengerti.

Saya langsung digiring ke meja makan dekat dapur. Nah, this is the best part of the story! Homemade Turkish Foooood! Makanan yang disajikan di meja makan banyak namun bentuknya tidak ada yang familiar sama sekali.

Pertama ada semacam paprika hijau yang diisi nasi berbumbu seperti tampak pada foto. Saya jadi ragu-ragu mau makannya. Penampakan makanan ini tidak seperti kebab yang menggugah selera. Mau tau rasanya? Menurut saya makanan ini rasanya unik, mungkin karena belum terbiasa ya! Dominan rasa rempah-rempah yang kuat. Nah, uniknya lagi makannya pake yogurth sebagai side dish. Yogurth? Iya, yogurth. Ibu Rahman bilang Turkish yogurth baik untuk kesehatan. Rasa Turkish yogurth ini sama kayak yogurth pada umumnya yang asam namun teksturnya lebih kental. Kebayang nggak rasanya makan paprika isi nasi pake yogurth? Hmmm asem asem sedaaap :9 Saya harus menyembunyikan muka aneh waktu menyantap makanan ini.

Kedua ada semacam nasi putih yang dimakan dengan daging dan kentang berkuah. Makanan yang kedua ini rasanya lebih manusiawi. Nasinya rasanya gurih dan tekstur nasinya lepas atau tidak lengket kayak nasi di Indonesia. Bentuk butiran nasinya panjang dan ramping. Daging dan kentangnya rasanya normal namun dominan rasa rempah-rempah yang kuat. Penampakan daging sama kentangnya ada pada foto di atas. Oiaa makanan kedua ini merupakan masakan dari keluarga kakaknya Rahman yang sengaja diantar khusus untuk saya. Feeling blessed. Baik banget keluarga ini!!! 

Ketiga ada dessert khas Turki namanya Baklava seperti tampak pada foto. Rasa Baklava ini manis terus teksturnya sedikit berserat dan di tengahnya ada berbagai macam kacang. Yuuuums! “Baklava ini homemade jadi rasanya beda sama yang dijual di toko souvenir kata Rahman promosi. “Baiklah, ini memang endes surendes sih!” saya mengambil satu lagi. Dan satu lagi sebelum beranjak ke ruang tamu.

Ternyata jamuan makan malam itu belum selesai saudara-saudara. Ibu Rahman menawarkan teh atau kopi khas Turki. Saya memilih teh walaupun perut sudah buncit maksimal terisi Baklava. “Minum teh dan kopi merupakan kebiasaan orang Turki dan kami melakukannya setiap hari” terang Rahman. Kami berpindah ke ruang tamu untuk minum teh sambil nonton TV. Kami minum teh sambil ditemani camilan berupa beragam jenis kacang.

Gelas kopi Turki yang kecil mungil

            Ukuran cangkir teh dan kopi di Turki sangat kecil dibanding ukuran cangkir normal yang biasa kita gunakan di Indonesia. Saya saja dapat menghabiskan segelas teh dalam dua/tiga kali teguk. Ibu Rahman sangat antusias menambahkan lagi dan lagi teh ke dalam gelas saya. Saya berusaha menghentikannya tapi apa daya, beliau tidak mengerti bahasa Inggris. Saya coba bahasa isyarat tapi tangan saya malah di halau. Saya menatap Rahman memelas dan berharap dia jadi translater. Saya hampir jadi manusia gelonggongan. Rahman malah tertawa makin kencang.

            Pulangnya saya masih dibekali dengan sekotak cokelat berbentuk mawar. Orang tua Rahman sangat ramah tersenyum terus saat saya mengucapkan terima kasih berulang kali. Di mobil saat perjalanan pulang Rahman bilang satu hal. Orang tuanya sangat kagum dengan orang Indonesia karena saat ibadah haji dulu banyak berjumpa dengan jemaah yang masih berusia muda. Mereka salut karena pada usia muda sudah sanggup menjalankan ibadah haji. Oleh karena itu mereka sangat antusias saat saya akan berkunjung ke rumah mereka. Rahman mengantar saya sampai hostel di daerah dekat Blue Mosque. Lega rasanya malam ini saya dapat tidur dengan perut kenyang! 

Regards,
@bgsyudi

Rabu, 14 Oktober 2015

Mabok Cokelat Di Neuhaus Chocolate Factory Belgia

Neuhaus Chocolate Factory, Brussels, Belgia

Siapa sih yang nggak suka cokelat? Hampir semua orang suka sama makanan manis yang bikin happy ini. Ngomong-ngomong soal cokelat tidak akan lepas dari Belgia sebagai negara yang terkenal sebagai produsen cokelat terlezat di dunia. Cokelat Belgia terkenal memiliki kualitas dan cita rasa tinggi. Sering kan kita dengar iklan di TV bahwa produk es krim A dilapis cokelat Belgia dan produk susu B rasanya kayak cokelat Belgia.

Cokelat sudah menjadi daya tarik wisata di Belgia. Kita bisa ketemu toko coklat di berbagai sudut kota Brussels namun kalau mau lebih puas icip-icip cokelat Belgia mendingan langsung menuju pabriknya.

Merk cokelat Belgia yang familiar sama orang Indonesia pasti Godiva tapi ada satu merk lagi yang terkenal enak namanya Neuhaus. Saya sebenarnya nggak ada rencana mau ke pabrik cokelat Neuhaus. Awalnya saya mau ke museum cokelat di Brussels tapi karena tutup jadi langsung pindah haluan ke Neuhaus Chocolate Factory.

Letak pabrik ini tidak jauh dari pusat kota Brussels, cukup naik metro dan turun di stasiun Erasmus/Erasme terus jalan kaki. Tidak ada petunjuk jalan menuju sana jadi silahkan bertanya pada warga lokal.

Metro Erasme


Jangan bayangkan pabrik cokelat Neuhaus kayak di flim Charlie and The Chocolate Factory. Kita nggak bisa lihat mesin produksi cokelat namun bisa icip-icip produk jadi di toko yang ada di depan pabrik. SEPUASNYA! Yaa sepuasnya sampe kamu mabok.

Toko cokelat Neuhaus di depan pabrik ini tidak seperti gerai cokelat Neuhaus lain dengan display dan dekorasi mewah. Di toko ini kita bisa membeli cokelat secara kiloan! Begitu masuk toko akan ada tumpukan kotak kardus ukuran sedang yang masing-masing berisi satu kilo cokelat.

Di depan tiap tumpukan akan ada satu kotak kardus sama terbuka yang merupakan tester cokelat. Biasanya tester makanan ukurannya cuma secuil namun beda dengan disini yang nggak tanggung-tanggung ngasih tester cokelat utuh. Udah gitu ada banyak banget jenis cokelat yang bisa dicoba sepuasnya. Mau muter-muter display sepuluh kali juga boleh kalau kuat.

Saya langsung kalap cobain semua tester cokelat yang ada. Mulai dari cokelat praline, cokelat kacang, cokelat buah, sampe cokelat yang isinya minuman beralkohol. Mulai dari yang bentuknya dadu, belang-belang, piramyd, sampe yang absurd. Saya muter display sekali, dua kali, tiga kali, hingga kesekian kalinya. Tenang karena tester itu memang disedikan untuk kita kok dan nggak bakal ditegur sama yang jaga toko lagipula mereka sibuk banget melayani pembeli yang rame.

Saya perhatikan bukan cuma saya kok yang kalap kayak gitu tapi rata rata semua pembeli melakukan hal yang sama. Siapa sih yang tahan sama rasa cokelat yang lumeeer dimulut. Aaaaah syurga!

Namun sesuatu yang berlebihan pasti hasilnya tidak baik. Kebanyakan makan cokelat saya jadi eneg sendiri, mungkin karena berbagai rasa cokelat campur aduk dimulut dan perut. Akhirnya saya angkat tangan dan menyerah untuk makan lagi.

Pulangnya saya patungan sama temen beli 3 kotak cokelat sekiloan seharga 50 euro buat oleh-oleh. Tips kalau beli cokelat disini akan lebih murah borongan karena kalau beli satu doang harganya 25 euro. Oia cokelat kilo-kiloan gini katanya cuma dijual di toko ini lo jadi jangan lewatkan pengalaman seru icip-icip cokelat dan belanja di pabrik cokelat Neuhaus yaa!

Selamat makan eeeh selamat ngiler liat foto foto cokelat *nulis sambil nguyah cokelat*

Alamat : Postweg 2, Vlezenbeek, Vlaams-Brabant 1602, Belgium (closest metro stop Erasme)
Opening  Hour : Mon-Friday 9-6pm, Saturday 9-5pm, close on Sunday
Price : 1 kg 25 euro, 3 kg 50 euro

Cokelat Edisi Natal

Promo Cokelat Akhir Tahun

Cokelat Box 1 kiloan

Cokelat Cognac, Tiramisu, Praline FOR FREE!!

Tester Cokelat Utuh Boleh Ambil Sepuasnya!

Cokelat Apricot, Cokelat Truffel White, Cokelat Truffel Papua FOR FREE!!

Happiest Place On Earth Oooh Free Cacao come to my mouth :9

Cicipin semua tester for FREE!!

Banyak banget jenis cokelat di Neuhaus! Silahkan cobain sampe mabok!

Chocolate with Assorted Nuts. FREE AGAIN!!

Chocolate with Caramelized Nuts. Meleleh lumer dimulut :9

Cokelat dengan kemasan fancy! Belilah yang box kiloan kalau mau hemat. Yang depan itu tester loh! Mantap ya ukurannya gede! Cobain lah cause its for FREE!!

Minggu, 27 September 2015

Kibinai : Jajanan Khas Lithuania Yang Mirip Pastel

Kibinai jajanan khas Lithuania
Waktu posting foto Kibinai pertama kali di Instagram banyak teman-teman yang komentar kalau jajanan ini mirip pastel. Sekilas penampilannya memang mirip pastel sih tapi sebenarnya ada beberapa perbedaan. 

Kibinai punya kulit yang agak tebal mirip roti sedangkan pastel kulitnya renyah tipis. Ukuran Kibinai juga relatif lebih besar jika dibandingkan dengan pastel. Isi Kibinai umumnya adalah campuran mutton (daging domba) yang dimasak pakai bawang bombai namun karena mutton susah dicari jadi sering diganti daging babi. 

Saya sempat mencicipi Kibinai versi yang vegan. Isi Kibinai diganti dengan jamur dan kentang yang dimasak pakai bawang bombai. For your info : masyarakat Lithuania itu fanatik kentang karena banyak banget masakan tradisionalnya pakai bahan dasar kentang.

Oia Kibinai adalah jajanan yang lazim banget kita temui di Lithuania. Di Vilnius (ibukota Lithuania) penjual Kibinai ada di food truck pinggir jalan sampai di supermarket. Namun kata teman saya orang asli Lithuania kalau mau mencoba Kibinai dengan rasa yang otentik harus makan di daerah Trakai.

Trakai adalah daerah di Lithuania yang terkenal dengan kastil yang berada di tengah danau. Nah, saya sempet ikut trip yang diadain kampus khusus ke Trakai untuk sekalian mencoba Kibinai ini. Rasanya gimana? Ternyata rasanya mirip dengan pastel namun lebih lembut dan tidak ada sensasi crunchy pastel.

Saya dan Hang nyobain makan siang pakai Kibinai
Isi Kibinai vegan : kentang, jamur, bawang bombai

Kamis, 24 September 2015

Makan Rusa Raksasa Di Estonia

Elk si rusa raksasa
Menyantap daging Elk bagi warga Estonia merupakan hal yang wajar. Elk adalah sejenis rusa namun memiliki ukuran tubuh raksasa. Sosis daging elk merupakan oleh-oleh popular yang banyak dijual di toko-toko souvenir seantero Talinn. Ada satu lagi olahan elk yang terkenal dan layak untuk dicoba yaitu sup Elk.

III Draakon atau Tiga Naga adalah restaurant yang khusus menyajikan sup Elk ini. III Draakon cukup terkenal di kalangan tourist dan warga lokal. Sebelum ke Estonia saya sudah dapat info tentang restaurant ini dari buku Lonely Planet.  Selain itu menurut review di Tripadvisor, restaurant III Draakon ini sangat recommended karena menawarkan pengalaman yang unik. Saya jadi penasaran banget untuk dinner di III Draakon.

Tidak sulit menemukan lokasi III Draakon. Restaurant ini terletak di pusat kota tua Talinn yaitu City Hall Square. Terdapat plang nama kayu yang cukup besar di depan restaurant siap menyambut kita dengan slogan “Decent Bowl of Elk Soup”. 

Pintu masuk Ill Drakon
Saya merasa seperti naik time-machine ke abad pertengahan begitu masuk ke restaurant ini. Ruangan dalam restaurant ini cukup sempit dengan atap rendah berbentuk setengah lingkaran. Dinding dan atapnya terbuat dari susunan batu bata tua tanpa lapisan semen atau cat. Bayangkan saja hanya digunakan lilin sebagai sumber penerangan! Dekorasi berupa bahan makanan kering juga menggantung di langit-langit dan dinding restaurant. Tak lupa semua pelayan mengenakan kostum abad pertengahan. Saya jadi ingat suasana Three Broomsticks di serial Harry Potter karena kemiripannya. Kereeen!!

Menu makanan di III Draakon memiliki pilihan yang terbatas. Saya tentu memesan soup Elk dan pastry isi jamur. Harga makanannya murah banget. Soup elk harganya cuma €2 aja dan macam-macam pastry harganya antara €1-€1.5 tergantung isinya. Pilihan isi pastry ada jamur, bayem, wortel, daging Elk dan hati hati yaa ada yang isinya daging babi hutan (wild boar) juga! Untuk minumnya juga murah harganya antara €2-€3 saja. Pilihan minumannya mulai dari yang alcoholic (beer, cider, wine) sampai non-alcoholic (teh,kopi,air putih). Saran saya bawa selalu air minum sendiri untuk berhemat karena minuman disini tidak terlalu istimewa. Oia kalau berkunjung saat musim dingin bisa mencoba Glogg. Glogg adalah minuman yang terbuat dari red wine¸ spices, dan potongan jeruk. Minuman ini disajikan hangat atau panas dan hanya ada pas musim dingin. Psssst, Glogg ini mengandung alcohol yaaa!

Interior Ill Draakon dengan tema abad pertengahan
Rasa dari sup Elk ini mirip dengan daging sapi tapi lebih lembut. Sup Elk ini isinya daging doang sama kuahnya yang berwarna kecoklatan. Kuah sup Elk rasanya sangat kaya dan berbeda banget dari masakan Eropa kebanyakan yang rasanya minimalis. Penyajiannya juga dilakukan dengan cara abad pertengahan yaitu menggunakan mangkuk tembikar. Uniknya lagi tidak ada sendok sama sekali. Cara makan sup Elk adalah dengan “diminum” langsung dari mangkoknya!

Secara keseluruhan menurut saya, III Draakon merupakan restoran yang sangat menyenangkan dan menawarkan pengalaman berbeda. Selain itu yang terpenting makanannya enak dan murah serta buka sampai tengah malam. Saya jadi setuju sama reviewer di TripAdvisor kalau tempat ini worth to try. Hanya ada satu kekurangannya yaitu pelayannya judes-judes!

            Website III Draakon : www.kolmasdraakon.ee
            Alamat III Draakon : Raekoja plats 1, 10146, Talinn, Estonia
            Operational Hour : 09.00-24.00

Oia ada yang punya pengalaman kuliner paling unik saat traveling nggak? Share di kotak komentar di post ini yaaa!! 

Sup Elk dalam mangkuk tembikar
Interior Ill Draakon dengan tema abad pertengahan
Makan sup Elk langsung dari mangkoknya (tanpa sendok)
Regards,
@bgsyudi
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...