Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Desember 2015

5 Kuliner Wajib Saat Berkunjung ke Vietnam

Penjaja makanan pinggir jalan di Ho Chi Minh
Pengalaman pertama kali saya mencoba masakan Vietnam adalah saat menjadi exchange student di Lithuania. Hang, teman asal Vietnam, adalah orang yang pertama memperkenalkan saya pada Vietnamese spring roll. Walaupun dia mengaku tidak jago masak tapi lumpia khas Vietnam buatannya sukses membuat saya ketagihan.

            Hang juga pernah masak Pho Noddle yang juga enak. Lagi-lagi dia mengaku kalau rasa Pho Noddle buatannya jauh daripada rasa asli masakan ini. Hang mengaku susah menemukan bumbu Pho Noddle di Lithuania jadi hanya pakai bumbu seadanya.

            Waktu traveling ke Ceko saya menginap dirumah Ayah Hang dan keluarganya yang sudah lama menetap disana. Saat makan malam lagi lagi saya disuguhi berbagai macam masakan Vietnam yang rasanya nggak usah ditanya lagi sangat mantap. Saya lupa apa saja namanya namun juaranya adalah beef salad.

            Saat saya dan beberapa teman traveling ke Paris, kami sempat jajan Pho Noddle di tempat makan yang sangat rame. Saya cerita ke Hang dan dia malah marah dan bilang kalau mau nyoba Pho Noddle yang “asli” harus coba di negara asalnya dong!

Maka saat Indochina trip kemarin saya bela-belain mampir Vietnam demi menuntaskan rasa penasaran akan rasa Pho Noddle yang “asli”. Selain itu saya juga kangen spring roll seperti dibuatkan Hang dulu.

Ternyata selain Pho Noddle dan Spring Roll saya kebablasan nyobain kuliner Vietnam dan banyak makan ini dan itu. Berikut 5 kuliner yang wajib dan kudu banget harus dicicipi saat kalian jalan-jalan ke Vietnam khususnya Ho Chi Minh : 

1.    Vietnamese Spring Roll
Vietnamese Shrimp Roll :9
Ini makanan yang pertama saya cari saat baru tiba di Vietnam. Saya sudah rindu berat dan nyidam makan spring roll lagi sejak lama. Sudah sekitar satu tahun lalu saya makan spring roll buatan Hang di Lithuania namun kali ini saya akan langsung mencicipi di negara aslinya.
Vietnamese spring roll ini berbuat dari rice paper yang digulung dan bentuknya persis seperti lumpia biasa. Isinya bervariasi tapi yang umum adalah mie bihun, selada, udang, sayuran, dan daun-daunan kayak mint atau kemangi yang bikin rasanya seger pedas semriwing gimana gitu.

Cara makan vietnamese spring roll adalah dengan dicocol saus pedas manis. Saya nggak tau campuran sausnya apa tapi ada banyak campuran bumbu. Vietnamese spring roll ini makanan sehat karena tidak digoreng.

Oia satu yang saya suka adalah spring roll ini sangat fotogenik karen rice paper yang digunakan untuk membungkus itu transparan jadi kita bisa liat isinya yang warna warni orange-merah-ijo-putih.

2.    Pho Noodles
Pho Noodles President :9
Pho Noodles mungkin merupakan makanan yang paling dikenal dari Vietnam. Pho Noodles adalah mie kuah dengan topping beef bedanya mie terbuat dari beras dengan bentuk pipih lebar mirip kwiteau. Rasa mienya lembut dan makannya ditambah toge, irisan cabe, dan lagi lagi dedaunan yang rasanya pedes mint gitu.

Tempat makan Pho Noodles yang terkenal di Ho Chi Minh adalah Pho Noodles 2000 atau Pho Noodles President. Lokasi Pho Noodles 2000 ini deket sama Ben Thanh Market. Saya sempat nggak nemu tempat ini karena ternyata ada dilantai dua gedung yang bawahnya Coffee Bean and Tea Leaf.

Pho Noodles 2000 ini bakal rame banget kalau jam makan siang jadi kalau nggak mau nunggu lama hindari jam-jam tersebut. Harga Pho Noodles disini relatif agak mahal dibanding yang dipasar. Pho Noodles 2000 jadi terkenal karena pernah dikunjungi president Bill Clinton.

Oia kalau dimeja disediain tisu basah jangan dipakai yaa guys karena itu nggak gratis alias harus bayar! Sialnya saya karena kurang baca jadi kena jebakan ini dan harus bayar L

3.    Rice Paper Taco
Nama Vietnamnya Banh Trang Nuong karena ribet mari kita sebut saja rice paper taco. Ya bentuknya memang mirip taco khas Meksiko itu. Awalnya saya tidak terlalu menaruh perhatian pada makanan yang satu ini sampai saya sadar bahwa banyak yang jual makanan ini di trotoar jalan. Saya jadi penasaran mau coba.

Seperti namanya, makanan ini terbuat dari lembaran rice paper yang diatasnya dikasih telur puyuh, bubuk merah mirip cabe, sama bubuk-bubuk lain yang saya nggak tahu apaan. Cara masaknya adalah dengan dibakar diatas arang.

Bentuknya mirip pizza dan rasanya unik. Jujur saya tidak terlalu favorite tapi yang penting sudah mencoba. Oia rice paper taco ini ternyata jajanan anak SD. Pantesan saya ketemu penjualnya lagi ngemper pake dingklik di depan sekolahan.

4.    Vietnamese Baguette Sandwich
Vietnamese Baguette Sandwich atan Banh Mi ini makanan favorite saya buat sarapan. Sangat mudah menemukan penjual Banh Mi karena nggak usah dicari dan tinggal jalan aja di trotoar pasti bakal dipanggil-panggil.

Sebenarnya Banh Mi nggak terlalu otentik Vietnam sih karena makanan ini adalah hasil pengaruh budaya barat lebih tepatnya Perancis. Vietnam dijajah Perancis lebih dari 1 abad dan budaya makan roti baguette masih tetap tinggal. Saya jadi heran sama Indonesia yang dijajah lebih lama oleh Belanda 3,5 abad tapi kita kok nggak ada budaya makan roti dan jadi rice holic.

Banh Mi ini sebenarnya kayak sandwich biasa sih kayak makan Subway gitu. Banh Mi dibuat dari french roll bun yang dibelah dan tengahnya diisi  daun ketumbar atau cilantro, potongan timun tipis, potongan wortel, daging yang biasanya babi.

5.    Ice Coffee
Vietnamese Coffee
Saya bukan fans berat kopi tapi berusaha selalu mencoba jika ada kopi khas suatu daerah. Vietnam punya es kopi hitam yang terkenal. Awalnya saya underestimate karena saya pikir rasanya bakal biasa aja. Saya tidak bisa terlalu membedakan rasa-rasa kopi namun jujur es kopi Vietnam itu enak.

Kopi Vietnam rasanya sangat kuat walaupun sudah dicampur susu namun tetap rasa kopinya akan sangat dominan. Saya tidak dapat mendefinisikan rasa yang tepat tapi secara garis besar es kopi Vietnam seger banget.

Penjual es kopi hitam ada dimana-mana kok. Biasanya penjualnya paketan sama jualan Banh Mi. Oia yang unik lagi kalau jajan di Vietnam itu makannya dipinggir jalan pake meja dan kursi pendek ukuran anak TK gitu. Seru seru seru! Selamat makan dan mencoba yaaaa!

Selasa, 24 November 2015

5 (Lagi) Tips Aman Saat Solo Traveling

Always Be Safe <3 OK
Keamanan pasti merupakan concern utama orang-orang terdekat kita ketika hendak berpergian apalagi sendiri dan ke tempat yang jauh. Berita tentang kejahatan yang setiap hari muncul di media massa pasti sedikit banyak membuat orang-orang terdekat kita khawatir. Faktanya kejahatan bisa terjadi dimana saja bahkan ketika kita hanya berdiam diri di rumah. Saya pribadi masih selalu deg-deg an dan nervous kalau bepergian ke tempat baru. Rasa deg-deg an dan nervous itu seharusnya tidak menghalangi aktivitas kita namun justru membuat kita bisa lebih waspada dan berhati-hati.

Berikut 5 (lagi) tips aman saat solo-traveling ala the green passport

6.       Payung Sebagai Benda Multifungsi
Entah benda ini relevan atau tidak terhadap tingkat keamanan diri tapi saya selalu bawa ini setiap bepergian. Pernah suatu ketika saya harus jalan dari hostel ke MRT waktu subuh dan masih gelap gulita. Saya melewati jalan-jalan kecil di Athens dan banyak homeless tidur dekat statiun MRT. Takut setengah mati waktu itu tapi tidak ada pilihan lain. Sambil berjalan saya menggenggam payung yang berada di sisi kanan backpack. Mungkin ini semacam sugesti karena saya menjadi merasa lebih aman. Oia payung juga multi fungsi selain buat nahan panas dan hujan bisa juga buat tongkat pertahanan diri. Jadi selalu bawalah payung! Hehehe.

7.       Simpan Emergency Number
Sesuatu yang selalu saya biasakan setiap pergi jauh adalah mencatat nomor-nomor penting yang mungkin kita perlukan saat emergency. Empat nomor yang selalu ada di handphone saya adalah nomor hostel, nomor polisi/emergency call setempat, nomor KBRI, dan nomor turis centre kalau ada. Oia jangan lupa beli nomor dari provider setempat yaa. Saya sih biasanya malas beli kalau cuma short visit saja tapi kalau lebih dari seminggu yaa lebih baik beli. Lumayan bisa buat internetan juga. Saya sempat tersesat di Santorini dan gabisa pulang ke hostel. Setelah muter-muter lebih dari sejam akhirnya minjem handphone mbak-mbak di supermarket dan minta jemput orang hostel. Perlu keberanian untuk pinjem handphone orang karena kemungkinan kita akan dicuekin atau dianggap mau jahat. Jadi kalau mau lebih convenient sih beli SIM CARD! Jangan pelit-pelit kayak saya yaaa. . .

8.       Cari Teman dan Buatlah Jejak
Walaupun pergi sendiri kita tidak selamanya akan sendirian. Kita akan bertemu banyak sekali orang dan sesama solo-traveler. Berkenalanlah, ngobrol, dan buat teman sebanyak-banyaknya. Pergi bersama teman juga akan relatif lebih aman. Saya pribadi beberapa kali pernah melakukan one day trip bareng teman yang baru dikenal. Biasanya saya berkenalan di hostel. Oia kita juga harus mengikuti instict kita yaa! Kalau kita merasa orang yang baru kita kenal tidak berperilaku baik yaa tinggalin aja. Saya pernah diajak jalan bareng cewek Inggris yang lagi tipsy. Ngomong aja udah ngelantur. Akhirnya saya tolak karena ogah repot. Intinya pilihlah teman yang membuat kita nyaman dan don’t forget to have fun ya!

Saya selalu memberi tahu kemana saya pergi kepada keluarga/ teman/ teman hostel/ receptionist hostel/ check in via socmed. Tujuannya jika terjadi apa-apa atau kita hilang maka orang-orang terdekat dapat melacak jejak berdasarkan titik terakhir keberadaan kita. Jadi jangan diem-diem aja kalau pergi kemana-mana, kadang exist di socmed juga ada fungsinya bro! Hehehe.

9.       Hindari Jam Malam dan Tempat Sepi
Biasanya kejahatan terjadi di malam hari, di tempat gelap dan sepi karena tidak akan menarik banyak perhatian maka hindarilah tempat-tempat seperti itu. Kalau terpaksa bepergian pada kondisi tersebut bawalah alat pelindung keamanan atau cari teman. Oia rajin-rajin browsing juga tentang modus-modus kejahatan di daerah setempat. Tidak perlu semua tempat tapi tempat-tempat tertentu saja yang marak scam atau tinggi kriminalitasnya. Biasanya modus kejahatan yang ada spesifik dan berulang. Mungkin bagi sebagian orang ini dianggap berlebihan tapi tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga kan?

10.   Don’t Get Drunk
Jangan mabok kalau lagi traveling sendirian karena nggak ada yang ngurusin. WAHAHA! Selain itu kalau mabok kita jadi nggak aware sama lingkungan sekitar dan diri sendiri dan bisa jadi sangat membahayakan. Tipsy-tipsy dikit gapapalah tapi harus kontrol yaa! Jangan sampai rencana perjalanan jadi hancur lebur gara-gara kesenangan sesaat.

Mungkin 5 tips diatas terlihat ribet dan tidak penting tapi percayalah kejadian buruk bisa saja datang tanpa diduga-duga. Kita tidak perlu takut untuk melakukan perjalanan. Kita hanya perlu mempersiapkan perjalanan tersebut dengan baik. Dan ketika kejadian buruk tersebut sewaktu-waktu menimpa kita sudah siap untuk menghadapinya. Always be safe people! Lots love <3

Jumat, 20 November 2015

5 Tips Aman Saat Solo Traveling

Always Be Safe <3
Keamanan pasti merupakan concern utama orang-orang terdekat kita ketika hendak berpergian apalagi sendiri dan ke tempat yang jauh. Berita tentang kejahatan yang setiap hari muncul di media massa pasti sedikit banyak membuat orang-orang terdekat kita khawatir. Faktanya kejahatan bisa terjadi dimana saja bahkan ketika kita hanya berdiam diri di rumah. Saya pribadi masih selalu deg-deg an dan nervous kalau bepergian ke tempat baru. Rasa deg-deg an dan nervous itu seharusnya tidak menghalangi aktivitas kita namun justru membuat kita bisa lebih waspada dan berhati-hati.

Berikut 5 tips aman saat solo-traveling ala the green passport :)

1.       Bawa Gembok
Barang kecil tapi banyak banget gunanya. Pertama buat ngunci loker di hostel. Barang penting kayak passport, hard disk atau laptop (kalau bawa) sebaiknya di tinggal di loker hostel saja. Bawa barang yang perlu saja kalau mau jalan-jalan jarak dekat atau one day trip karena selain berat juga bahaya. Oia uang juga jangan di bawa semua karena kalau amit-amit kehilangan masih punya cadangan di loker.

Kedua buat ngunci backpack saat perjalanan jauh naik transportasi umum. Saat naik bus misalnya kita harus taruh backpack di bagasi bagian bawah. Kita tidak boleh bawa backpack yang besar itu ke tempat duduk di kabin. Nah jika backpack kita berisi barang berharga jangan lupa di gembok yaa. Kalau saya sih biasanya memilih untuk bawa dua tas. Satu tas besar berisi pakaian, toiletries, dan barang-barang tidak berharga lainnya. Satu tas kecil berisi barang berharga yang boleh di bawa masuk ke tempat duduk di kabin.

2.       Buat Dummy Pocket
Saya dapat tips ini dari teman yang pernah kena todong di Amsterdam dan berhasil selamat karena dummy pocket ini. Dummy pocket adalah dompet tiruan. Maksudnya dompet asli tapi berisi uang notasi kecil dan kartu kredit/debit yang sudah tidak digunakan lagi. Nah, untuk uang notasi besar dan kartu yang asli silahkan di taruh di tas pinggang di balik baju. Jika kita suatu saat berada di posisi sulit dan menjadi korban penodongan berikan saja dummy pocket ini. Semoga dengan dummy pocket penodong akan langsung lari pergi karena sudah mendapatkan apa yang diinginkan. Beruntung saya belum pernah menggunakannya dan jangan sampai yaa! Tapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri menghadapi posisi sulit kan? Saya jadi berpikir untuk buat dummy handphone juga.

3.       Siap Sedia Peluit
Peluit ini untuk menarik perhatian. Kadang saat dalam beberapa keadaan kita seperti kehabisan tenaga untuk berteriak. Nah inilah fungsinya peluit! Selain itu jika dalam bencana atau kondisi lemah kita bisa menggunakan peluit untuk mencari pertolongan. Taruh peluit dekat dengan jangkauan kita. Bisa taruh di backpack sebagai gantungan kunci atau taruh di tas pinggang.

4.       Copy Document
Copy document penting seperti passport, KTP, dan boarding pass supaya jika yang asli hilang kita masih bisa menunjukkannya sebagai bukti kepemilikan. Selain hardcopy biasanya saya juga akan menyimpan semua copy document penting tersebut dalam bentuk softcopy. Scan passport, KTP, dan dokumen penting lain yang sekiranya perlu backup lalu simpan dalam flashdisk.

5.       Kreasikan Pepper Spray-mu!
Saya tidak yakin apakah sanggup untuk menyemprotkan pepper spray kepada orang yang bermaksud jahat. Liat orang dijambret aja udah gemeteran luar biasa. Pasti langsung blank kalau hal semacam itu terjadi pada diri sendiri. Tapi saya selalu bawa untuk berjaga-jaga saja. Oia lupa yang saya punya bukan pepper spray standar tapi homemade kreasi sendiri. Bikin dari minyak kayu putih ditambah bubuk cabe terus masukin botol spray deh. Pernah nyoba semprot di tangan rasanya lumayan panas. Kalau kalian mau beli pepper spray yang standar sudah banyak yang jual di toko online.  


Mungkin 5 tips diatas terlihat ribet dan tidak penting tapi percayalah kejadian buruk bisa saja datang tanpa diduga-duga. Kita tidak perlu takut untuk melakukan perjalanan. Kita hanya perlu mempersiapkan perjalanan tersebut dengan baik. Dan ketika kejadian buruk tersebut sewaktu-waktu menimpa kita sudah siap untuk menghadapinya. Always be safe people! Lots love <3

Senin, 05 Oktober 2015

Wajib Baca Ini Sebelum Menginap Di Hostel

Athens Style Hostel, Yunani

Akomodasi merupakan pos pengeluaran terbesar dalam traveling. Namun saat ini tempat nginep murah buat para budget traveler (read: hostel) sudah menjamur dimana-mana. Saya sempat beberapa kali nginep di hostel. Beberapa teman saya sering bertanya “gimana sih rasanya tinggal satu kamar bareng strangers di hostel?” Nah, buat temen-temen yang juga penasaran tentang kondisi dan rasanya nginep di hostel berikut saya akan share pengalaman.

Hal yang harus dikompensasi dengan harga hostel yang murah adalah privacy kita. Kita akan berbagi kamar dengan 4/6/8 bahkan hingga 10 orang lain. Semakin banyak orang dalam satu kamar maka semakin murah harga yang harus kita bayar. Tinggal satu kamar dengan banyak orang tentunya tidak senyaman jika kita tinggal di single room. Terlebih jika ada teman kamar yang berkelakuan seenaknya sendiri. 

Saya punya pengalaman unik ketika sedang tinggal di salah satu hostel di Budapest. Saya bersama 3 teman saya memesan 4 bed di mix room (male & female together). Waktu baru datang tiba-tiba ada seorang cowok bule yang dengan santainya bugil dan ganti baju padahal ada beberapa cewek dalam kamar. Mungkin di negara barat itu merupakan hal yang wajar namun saya sempat shocked juga melihatnya. Hiiii!

Hal berikutnya yang harus dikompensasi dengan harga hostel yang murah adalah kenyamanan kita. 

Pertama, kenyamanan tempat tidur. Kita akan tidur di tempat tidur bertingkat atau bunk bed. Saya selalu lebih memilih untuk tidur di bagian bawah karena tidak usah repot naik turun tangga jika ingin ke kasur. Kekurangannya adalah saya akan terganggu jika orang dibagian atas naik atau turun kasur dan banyak melakukan gerakan sehingga menimbulkan bunyi gemeretakan. 

Saat pertama nginep di hostel, saya dan beberapa teman dengan hebohnya rebutan tidur diatas karena kami pikir itu cool namun ternyata justru merepotkan. Tips saya adalah pilihlah kasur yang dekat colokan listrik karena sebagian hostel tidak menyediakan colokan listrik sejumlah kapasitas orang dalam ruangan jadi kadang rebutan. 

Oia kebanyakan hostel tidak menyediakan linen untuk kasur dan perlu extra bucks untuk menyewa linen. Saran saya bawa sarung atau kain pantai untuk alas jika ingin berhemat dan jangan sekali-kali bawa sleeping bag karena itu dilarang dengan alasan kebersihan.

Kedua, kenyamanan kamar mandi. Kita akan berbagi kamar mandi dengan teman satu kamar atau bahkan satu hostel. Saya tidak pernah merasa terganggu dengan kamar mandi yang digunakan secara umum ini. Kondisi kamar mandi secara umum selalu bersih dan wangi. Namun satu hal yang kadang membuat kesal adalah kita harus ngantri di pagi hari. Saya biasanya selalu mengalah untuk bangun lebih pagi dan mandi terlebih dahulu sebelum sarapan untuk menghindari antrian. Oia beberapa hostel menyediakan free towel and toiletries loh jadi jangan lupa cek dulu ya! Kan lumayan bisa mengurangi berat backpack dan menyisakan lebih banyak space untuk buah tangan.

Ketiga, kita harus berkompromi dengan berbagai macam keterbatasan. Harga hostel yang murah disebabkan karena mereka memangkas segala fasilitas yang tidak perlu dan hanya menyediakan sesuatu yang basic saja. Hostel hanya menyediakan tempat untuk tidur and no more. Need linen? Need towel? Need breakfast? You have to pay some extra money. Even padlock for locker? Yes, you have to pay some extra money. 

Namun beberapa hostel kadang memberikan fasilitas-fasilitas tambahan tersebut untuk menarik customer tapi jangan berharap banyak karena fasiltas yang diberikan akan standard hostel. Misalnya hostel menyediakan fasilitas sarapan. Sarapan hanya diberikan pada durasi waktu tertentu dan pada umumnya 9 to 11. Sarapan berupa teh, kopi, susu, dan kadang orange juice. Makanan yang disediakan adalah yang simple dan gampang penyajiannya seperti sereal dan roti tawar dengan berbagai macam selai. Porsi sarapan akan terbatas dan harus bagi-bagi dengan tamu hostel lain. Saya pernah beberapa kali kehabisan sarapan karena telat bangun. Oia jangan lupa cuci piring sendiri ya sehabis makan! 

Sarapan terenak saya saat menginap di sebuah hostel di Krakow Polandia, mereka menyediakan sandwich dengan isian pickles, tomato, all others vegetables, and sliced boiled egg. Saya juga pernah mencicipi sarapan unik di hostel di Yunani, mereka menyediakan sarapan ala masyarakat Yunani. Pasalnya mereka hobi banget nambahin olive oil ke makanan mereka. Pagi itu saya sarapan roti pake keju dan tomat cacah plus olive oil. Rasanya? Tasteless! Wahahaha maklum biasa makan nasi padang yang bumbunya sangat kuat.

Namun selain banyak keterbatasan yang dimiliki hostel, saya sangat senang tinggal disana karena beberapa kelebihan. Tinggal di hostel membuat kita ketemu banyak orang (read:traveler) dari berbagai macam belahan dunia. Walaupun beberapa agak resek namun kebanyakan mereka udah openminded and really friendly! Saya pernah ketemu orang Jepang di sebuah hostel di Turki yang selanjutnya jadi teman jalan karena kita sama sama solo traveler. 

Selain itu, saya merasa tinggal dirumah sendiri jika tinggal di hostel karena ada fasilitas common kitchen untuk para tamu memasak dan bahkan mesin cuci untuk para tamu mencuci baju. Staff hostel juga sangat helpful, mulai dari minta tolong nge-print document, minta tolong booking ini itu, minta suggestion itinerary dan tempat makan sampe pernah saya diajak Halloween Party bareng waktu lagi di sebuah hostel di Tallinn Estonia. 

Yaa itulah pahit manis dunia per-hostel-an! But it’s really worth to try! So don’t hesitate to stay at hostel sometimes when you go travel somewhere J Feel the experience by yourself! Selamat mencoba!

Regards,
@bgsyudi     

Selasa, 22 September 2015

5 Tips Liburan Hemat Di Yunani

Athens, Greece.
Liburan di Yunani identik dengan island hopping menggunakan cruise yang mahal. Namun bukan berarti para pelancong berkantong tipis yang cuma mahasiswa seperti saya tidak bisa menikmati indahnya negeri di kawasan Mediterania ini. Kita hanya harus melakukan research dan mencari banyak-banyak informasi tentang lokasi tujuan agar dapat berhemat. Banyak kok tempat wisata atau tour yang free asal mau mencari.

Berikut ada 5 tips agar liburan di Yunani jadi lebih hemat :

1.    Bawa Kartu ISIC

Status sebagai pelajar/mahasiswa akan sangat menguntungkan jika kalian traveling khususnya di kawasan Eropa. Biasanya pelajar/mahasiswa akan dapat harga lebih murah untuk masuk objek wisata dan beli tiket transportasi.

Saya sangat beruntung karena mempunyai kartu ISIC (International Student Identity Card) dan terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu universitas di kawasan Eropa (exchange student).

Ketika mau beli tiket buat masuk Acropolis, saya ditanya oleh petugas apakah masih pelajar/mahasiswa. Saya lalu menunjukan ISIC sambil membayar. Petugas tiket mengembalikan uang saya sambil bilang “It’s FREE for students to enter Acropolis and 6 others archeological sites!” HORE!! Saya senang dan kaget karena biasanya cuma dapat diskon bukan 100% free.

Selain gratis masuk Acropolis, pelajar/mahasiswa juga bisa gratis masuk ke Ancient Agora, Theater Of Dionysius, Roman Agora, Kerameikos, Temple Of Olympian Zeus, dan Hadrian Library. Lumayan banget bisa hemat belasan euro. Saya tidak keluar uang sepeserpun untuk masuk objek wisata di Atena.

2.    Hindari Musim Panas

Yunani akan sangat rame kalau musim panas apalagi kawasan selatan yang banyak pulaunya. Wisatawan akan rame-rame ke pulau-pulau seperti Santorini, Mykonos, Zakynthos untuk party. Kawasan tersebut jadi hyped banget dan harga-harga pun ikutan melambung berkali lipat harga normal.

Jangan heran kalau penginapan di sana punya dua pricelist yang berbeda untuk musim panas dan saat biasa. Hostel pun menerapkan sistem yang sama.

Kalau nggak doyan party banget akan lebih hemat kalau ke Santorini tidak saat musim panas. Pilihlah saat musim semi atau gugur. Saya kemarin ke Santorini bulan Januari yang harusnya musim dingin namun temparatur disana masih hangat sekitar 17 derajat. Matahari masih bersinar cerah, langit biru berawan putih, masih dapat sunset yang spektakuler plus bonus suasana yang tenang dan damai.

3.    Semakin Lambat Semakin Murah

Pilihan moda transportasi sangat berpengaruh terhadap total pengeluaran. Ikutilah prinsip “semakin lambat semakin murah” dalam memilih moda transportasi.

Misalnya saya dari Athena ke Santorini lebih pilih naik ferry daripada pesawat. Memang sih waktu tempuh akan lebih lama tapi dijamin nggak akan rugi kok. Sepanjang perjalanan kita bisa lihat kepulauan Yunani yang eksotis dipadu bangunan dengan arsitektur khas berwarna putih biru.

Contoh lain saya dari Fira ke Oia di Santorini lebih pilih naik bus daripada taksi. Walaupun nunggu bus nya lama tapi bisa ngobrol dan ketemu banyak teman kalau naik bus.

Menurut saya traveling bukan sekedar tempat tujuannya namun juga perjalanannya. Saya sangat menikmati perjalanan  8 jam naik ferry membelah laut Aegean. Saya senang mengambil gambar gereja putih diatas pulau kecil tak berpenghuni. Saya menikmati angin di dek ferry dan melihat kincir angin berputar di kejauhan. Sesuatu yang tidak saya dapatkan ketika naik pesawat.

Namun semua kembali ke pribadi masing-masing dan kebutuhan kita.
Pemandangan pulau yang kita lewati saat naik kapal ferry
4.    Ikut Free Walking Tour

Free Walking Tour sekarang sudah sangat menjamur terutama di kota-kota besar di Eropa. Saya pernah mengikuti tur jalan kaki gratis ini di beberapa negara termasuk di Athena, Yunani.

Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana cara mengikuti tur jalan kaki gratis ini? Jawabannya adalah jangan malas browsing! Ketik saja di browser : Athens free walking tour dan akan muncul banyak pilihan website. Cari informasi jadwal dan tempat kumpul tur ini melalui website tersebut. Ada tur yang bisa langsung datang atau harus registrasi dulu karena peserta dibatasi. Intinya jangan malas browsing yaa!

Tur ini semacam city tour yang biasanya dipandu satu orang guide yang menjelaskan tempat-tempat bersejarah di sekitar Athena. Tur ini gratis tis tis namun di akhir tur ini peserta dapat memberi tip kepada guide seiklashnya kok guys! 

5.    Makan Kebab Yunani

Makanan merupakan pos pengeluaran yang cukup besar saat traveling. Untungnya saya bukan orang yang rewel urusan makanan. Agar dapat berhemat banyak teman saya yang masak di hostel tapi biasanya saya memilih beli street food karena males ribet.

Khusus di Yunani ada yang namanya Greek Kebab – mungkin bangsa Turki Ottoman dulu yang membawa pengaruh hingga kesini. Saat di Athena tempat makan favorit saya adalah kedai pinggir jalan yang menjual Greek Kebab seharga hanya 1 euro. Letaknya persis di luar stasiun Metro Monastiraki.

Kebab bisa dijadikan pilihan jika ingin sangat berhemat. Namun jika bosan ada satu rekomendasi tempat makan lain di Yunani. Restaurant makanan cepat saji lokal bernama Goody’s. Burgernya sangat juicy dan kentangnya sangat tasty serta menurutku rasanya jauuuuh lebih enak dari restaurant cepat saji yang sudah terkenal. 

Burger & kentang Goody's
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...