Tampilkan postingan dengan label cerita lithuania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita lithuania. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2016

Musim Dingin Ternyata Nggak Asik

Jendela Kamar Asrama Di Lithuania
Sebagai orang yang lahir dan besar di negara tropis, Indonesia, saya sangat ingin merasakan musim dingin dan melihat salju. Mimpi itu akhirnya terwujud pada satu tahun lalu (winter 2014) saat saya menjadi exchange student di Lithuania. Kalau di lihat dari film-film suasana musim dingin terlihat syahdu dan menyenangkan, terlintas bayangan perang bola salju dan melihat hujan salju turun dari balik jendela. Selain itu gaya berpakaian orang di musim dingin juga terlihat keren dan cool karena kita bisa pakai pakaian yang bertumpuk-tumpuk nan stylist. Namun tidak semua yang “terlihat” menyenangkan itu benar-benar menyenangkan. Musim dingin ternyata nggak asik! Berikut beberapa alasannya . . .

Cuma Enak Di Lihat
Musim dingin di Lithuania itu kejam dan parah banget dinginnya, suhu terendah bisa nyampe -20-an derajat celcius dengan real feel mencapai -30-an derajat celcius karena faktor lain seperti kecepatan angin. Nah, di suhu se-ekstrem ini boro-boro mau main perang bola salju, bikin snowman atau snowangel, mau beranjak dari balik selimut aja males banget. Akhirnya rencana mau foto-foto dengan background suasana musim dingin pun pupus dan berganti dengan nonton salju turun dari balik jendela sambil minum teh dan teteup selimutan. Emang musim dingin cuma enak dilihat doang!

Ribet Pakai Baju
Satu hal yang bikin saya semangat menjalani musim dingin ini adalah akhirnya saya bisa bergaya berangkat ke kuliah dengan pakaian model layering alis bertumpuk-tumpuk. Saya akhirnya bisa pake pattern sweater, jaket parka atau coat, plus syal yang dililit ke leher. Sumpah berasa swag banget karena di Indonesia nggak pernah pakai yang beginian!

Tapi ternyata rasa semangat dan senang itu hanya muncul di saat-saat awal, lama-kelamaan saya malah merasa ribet sendiri karena tiap keluar asrama harus “dandan” dengan atribut yang super banyak ini biar nggak kedinginan. Saya harus pake long john (baju daleman ketat berupa atasan & bawahan panjang yang modelnya kayak baju renang) + kemeja & jeans + sweater/jumper/jaket tipis + coat tebal + sarung tangan + kupluk + syal + kaus kaki dobel dua + boots. Biasanya saya cuma pakai kaos tipis sama celana pendek kalau cuma mau ke warung atau buang sampah di Indonesia, lah ini mau keluar buang sampah bentar aja harus heboh dulu.

Oia belum lagi kalau keluar agak lama saya harus tambah pakai lip balm karena bibir bisa sangat kering dan berdarah. Saya pernah nekat, keluar asrama nggak pake “atribut perang” diatas eh di jalan malah berasa pusing luar biasa hampir mau pingsan saking ngerasa dinginnya.

Mengganggu Mobilitas
Jalan diatas jalanan yang ditutupi salju itu ternyata nggak gampang. Bukan karena saljunya yang bikin susah jalan tapi kristal es yang terbentuk dibagian bawah salju itu yang bikin licin, super super licin. Hal ini makin parah dengan kualitas sepatu saya yang murahan sehingga tidak dapat mencengkeram dengan baik. Jalan harus hati-hati banget kalau nggak mau kepeleset dan jatuh, di jalan menurun kita bisa meluncur bebas dan di jalan menanjak kita bisa melorot dan nggak maju-maju. Serba salah. Saya berkali-kali hampir jatuh dan akhirnya pernah sekali sukses jatuh ketika mau mengejar bus ke kampus.

Selain itu jika hujan saljunya lebat maka bisa mengganggu transportasi terutama bis umum. Saya sangat bergantung pada bis umum dan kemana-mana kalau nggak jalan kaki ya naik bus. Seringkali karena salju yang parah banyak bis yang macet, telat, pindah jalur atau berhenti beroperasi. Model bus di Lithuania banyak yang pakai tram bus yang nyambung sama kabel diatasnya gitu! Nah kalau kabel-kabel itu stuck karena es maka bus nggak bisa jalan dan supir harus turun dan benerin dulu tuh kabel. Rempong yaa! Kalau beruntung bus bisa jalan lagi, kalau lagi sial semua penumpang bisa dengan semena-mena disuruh turun dan cari alternatif tumpangan lain. Sungguh teganya! :(

Bikin Nggak Produktif
Sebenernya saya emang orangnya nggak produktif sih dan mageran! Tapi saya rasa musim dingin itu bikin sifat mageran saya makin parah dua kali bahkan tiga kali lipat. Kalau udara dingin kita bawaannya laper terus, kalau laper terus bawaannya makan terus, dan kalau udah kenyang bawaannya ngantuk, dan tidur itu enaknya diudara sejuk sambil selimutan. Nah pas banget kan! Ditambah dengan faktor-faktor lain seperti disebutkan diatas, jadilah saya kerjaannya cuma mendekam dikamar!

Bikin Mood Drop
Entah kenapa kalau lagi hujan-hujan atau suasana udara dingin itu bawaanya jadi melankolis yaa? Saya merasa jadi sangat homesick pas lagi musim dingin ini, rasanya kangen banget rumah dan pengen pulang padahal sebelumnya biasa aja. Habis itu enaknya juga dengerin lagu-lagu sedih karena suasananya sangat mendukung atau nonton film drama yang malah bikin tambah mewek. Pokoknya aura musim dingin bikin mood jadi drop :(

Finally, saya jadi merasa lebih bersyukur bisa tinggal di negara tropis yang selalu hangat sepanjang tahun. Selain itu bisa ke pantai kapan aja kita mau, nggak harus nunggu summer. Bisa nyantai pakai kaos putungan dan celana pendek. Bisa lihat langit biru lebih sering. Memang rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau dan kita lupa mensyukuri apa yang kita miliki! Semoga pengalaman winter pertama saya ini menjadi pembelajaran bersama yaa! Have a nice day! Cheers! 

Kamis, 01 Oktober 2015

Photo Story : Musim Gugur Di Eropa

Bagi orang yang lahir dan besar di negara tropis seperti saya akan sangat menarik mengamati perubahan musim di Eropa. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah musim gugur ketika semua daun dipohon menguning. 

Post berikut adalah photostory pengalaman musim gugur pertama saya di Tuskuleu Rimties Parkas, Lithuania. Enjoy!











Regards,
@bgsyudi

Minggu, 27 September 2015

Kibinai : Jajanan Khas Lithuania Yang Mirip Pastel

Kibinai jajanan khas Lithuania
Waktu posting foto Kibinai pertama kali di Instagram banyak teman-teman yang komentar kalau jajanan ini mirip pastel. Sekilas penampilannya memang mirip pastel sih tapi sebenarnya ada beberapa perbedaan. 

Kibinai punya kulit yang agak tebal mirip roti sedangkan pastel kulitnya renyah tipis. Ukuran Kibinai juga relatif lebih besar jika dibandingkan dengan pastel. Isi Kibinai umumnya adalah campuran mutton (daging domba) yang dimasak pakai bawang bombai namun karena mutton susah dicari jadi sering diganti daging babi. 

Saya sempat mencicipi Kibinai versi yang vegan. Isi Kibinai diganti dengan jamur dan kentang yang dimasak pakai bawang bombai. For your info : masyarakat Lithuania itu fanatik kentang karena banyak banget masakan tradisionalnya pakai bahan dasar kentang.

Oia Kibinai adalah jajanan yang lazim banget kita temui di Lithuania. Di Vilnius (ibukota Lithuania) penjual Kibinai ada di food truck pinggir jalan sampai di supermarket. Namun kata teman saya orang asli Lithuania kalau mau mencoba Kibinai dengan rasa yang otentik harus makan di daerah Trakai.

Trakai adalah daerah di Lithuania yang terkenal dengan kastil yang berada di tengah danau. Nah, saya sempet ikut trip yang diadain kampus khusus ke Trakai untuk sekalian mencoba Kibinai ini. Rasanya gimana? Ternyata rasanya mirip dengan pastel namun lebih lembut dan tidak ada sensasi crunchy pastel.

Saya dan Hang nyobain makan siang pakai Kibinai
Isi Kibinai vegan : kentang, jamur, bawang bombai
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...